Mengenai Saya

Foto saya
Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang – orang yang tetap mendirikan sholat,ya Tuhanku perkenankanlah doaku , ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab. saya adalah sosok yang sederhana,semoga dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan nya..yang paling penting adalah menjaga ukhuwah sesasamanya,karena dngan hidup rukun berdampingan,kita akan merasa nyaman,dapat beraktivitas dengan tanpa harus merasa cemas,takut,ataupun lain nya,,, .......

Selasa, 10 Mei 2011

Arti Sebuah Cinta

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhCinta bisa jadi merupakan kata yang paling banyak dibicarakan manusia. Setiap orang memiliki rasa cinta yang bisa diaplikasikan pada banyak hal. Wanita, harta, anak, kendaraan, rumah dan berbagai kenikmatan dunia lainnya merupakan sasaran utama cinta dari kebanyakan manusia. Cinta yang paling tinggi dan mulia adalah cinta seorang hamba kepada Rabb-nya.

Definisi Cinta
Untuk mendefinisikan cinta sangatlah sulit, karena tidak bisa dijangkau dengan kalimat dan sulit diraba dengan kata-kata. “Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas, (berarti) definisinya adalah adanya cinta itu sendiri.

Hakikat Cinta
Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan maksiat. Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.

Cinta kepada Allah
Cinta yang dibangun karena Allah akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak dan berharga.“Katakanlah: jika kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” (Ali ‘Imran: 31)Mereka (sebagian Ulama) berkata: “(firman Allah) ‘Niscaya Allah akan mencintai kalian’, ini adalah isyarat tentang bukti kecintaan tersebut dan buah serta faidahnya. Bukti dan tanda (cinta kepada Allah) adalah mengikuti Rasulullah , faidah dan buahnya adalah kecintaan Allah kepada kalian. Jika kalian tidak mengikuti Rasulullah maka kecintaan Allah kepada kalian tidak akan terwujud dan akan hilang.”

Bila demikian keadaannya, maka mendasarkan cinta kepada orang lain karena-Nya tentu akan mendapatkan kemuliaan dan nilai di sisi Allah.Rasulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik :
“Tiga hal yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, niscaya dia akan mendapatkan manisnya iman. Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dan hendaklah dia mencintai seseorang dan tidaklah dia mencintainya melainkan karena Allah, dan hendaklah dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan dia dari kekufuran itu sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Al-Bukhari)
Di antara sebab-sebab adanya cinta (kepada Allah) ada sepuluh perkara:
Pertama, membaca Al Qur’an, menggali, dan memahami makna-maknanya serta apa yang dimaukannya.
Kedua, mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah setelah amalan wajib.
Ketiga, terus-menerus berdzikir dalam setiap keadaan.
Keempat, mengutamakan kecintaan Allah di atas kecintaanmu ketika bergejolaknya nafsu.
Kelima, hati yang selalu menggali nama-nama dan sifat-sifat Allah, menyaksikan dan mengetahuinya.
Keenam, menyaksikan kebaikan-kebaikan Allah dan segala nikmat-Nya.
Ketujuh, tunduknya hati di hadapan Allah .
Kedelapan, berkhalwat (menyendiri dalam bermunajat) bersama-Nya ketika Allah turun (ke langit dunia).
Kesembilan, duduk bersama orang-orang yang memiliki sifat cinta dan jujur.
Kesepuluh, menjauhkan segala sebab-sebab yang akan menghalangi hati dari Allah .

Cinta adalah Ibadah
Sebagaimana telah lewat, cinta merupakan salah satu dari ibadah hati yang memiliki kedudukan tinggi dalam agama sebagaimana ibadah-ibadah yang lain. Allah berfirman:“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu.” (Al-Hujurat: 7)
“Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)“Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” (Al-Maidah: 54)
Adapun dalil dari hadits Rasulullah adalah hadits Atas yang telah disebut di atas yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim: “Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya.

”Macam-macam cinta
Di antara para ulama ada yang membagi cinta menjadi dua bagian dan ada yang membaginya menjadi empat. Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdulwahhab Al-Yamani dalam kitab Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid (hal. 114) menyatakan bahwa cinta ada empat macam:
Pertama, cinta ibadah.Yaitu mencintai Allah dan apa-apa yang dicintai-Nya, dengan dalil ayat dan hadits di atas.
Kedua, cinta syirik.Yaitu mencintai Allah dan juga selain-Nya. Allah berfirman:“Dan di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi Allah), mereka mencintai tandingan-tandingan tersebut seperti cinta mereka kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
Ketiga, cinta maksiat.Yaitu cinta yang akan menyebabkan seseorang melaksanakan apa yang diharamkan Allah dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya. Allah berfirman:“Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang sangat.” (Al-Fajr: 20)
Keempat, cinta tabiat.Seperti cinta kepada anak, keluarga, diri, harta dan perkara lain yang dibolehkan. Namun tetap cinta ini sebatas cinta tabiat. Allah berfirman:“Ketika mereka (saudara-saudara Yusuf ‘alaihis salam) berkata: ‘Yusuf dan adiknya lebih dicintai oleh bapak kita daripada kita.” (Yusuf: 8)

Jika cinta tabiat ini menyebabkan kita tersibukkan dan lalai dari ketaatan kepada Allah sehingga meninggalkan kewajiban-kewajiban, maka berubahlah menjadi cinta maksiat. Bila cinta tabiat ini menyebabkan kita lebih cinta kepada benda-benda tersebut sehingga sama seperti cinta kita kepada Allah atau bahkan lebih, maka cinta tabiat ini berubah menjadi cinta syirik.Buah cinta“Ketahuilah bahwa yang menggerakkan hati menuju Allah ada tiga perkara: cinta, takut, dan harapan. Dan yang paling kuat adalah cinta, dan cinta itu sendiri merupakan tujuan karena akan didapatkan di dunia dan di akhirat.Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di menyatakan: “Dasar tauhid dan ruhnya adalah keikhlasan dalam mewujudkan cinta kepada Allah. Cinta merupakan landasan penyembahan dan peribadatan kepada-Nya, bahkan cinta itu merupakan hakikat ibadah. Tidak akan sempurna tauhid kecuali bila kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya juga sempurna.”

Bila kita ditanya bagaimana hukumnya cinta kepada selain Allah? Maka kita tidak boleh mengatakan haram dengan spontan atau mengatakan boleh secara global, akan tetapi jawabannya perlu dirinci.Pertama, bila dia mencintai selain Allah lebih besar atau sama dengan cintanya kepada Allah maka ini adalah cinta syirik, hukumnya jelas haram.Kedua, bila dengan cinta kepada selain Allah menyebabkan kita terjatuh dalam maksiat maka cinta ini adalah cinta maksiat, hukumnya haram.Ketiga, bila merupakan cinta tabiat maka yang seperti ini diperbolehkan.
Wallahu a’lam.
· · Bagikan · Hapus
    • Hariyanto Fadeli Cinta yang hakiki adalah cinta kita kepada - Nya. Perjumpaan kita dengan sang Rabb lah yang senantiasa kita tunggu2...
      13 Februari jam 20:20 · · 1 orangMemuat...
    • Hariyanto Fadeli Hal yang paling menakutkan kita adalah manakala kita masih hidup di dunia ini dan mendengar sangkakala kematian ditiupkan oleh sang Malaikat Isrofil...Subhanallah...
      13 Februari jam 20:21 · · 2 orangMemuat...
    • Mahfud Sonata Berikan Alas Kaki Buat Hamba Agar Jalan Yang Kutapaki Terasa Nikmat Meski Penuh Dengan Bebatuan Runcing & Duri Yang Tajam Hamba Sadar Semua Ini Milikmu Dan Suatu Saat Jika Kau Kehendaki Semuanya Akan Kembali Jua Kepada-Mu
      Hamba pasrahkan kehidupan hamba kepada-Mu Ya Robb....makasih Mas Hari....selamat malem....
      13 Februari jam 20:49 ·

Sapa sang malam

Wahai Pecandu sujud... Berlehalah pada udara pengabdian... Kemudian terlena pada detik-detik penghambaan... Ia memabukkanmu pada sebuah Cinta... Dan menerbangkanmu ke rengkuh kasih Sang Kekasih... Khawatirmu, dihilangkan... IA pula Menenangkan... Kau datang dengan tanya... Dan pergi tanpa hampa... Sebuah jawaban penyejuk... Dalam sebuah sujud... Dan tiada lagi ragu... Dan resah di hatiku...

Wahai kelana dunia... Tempalah raga pada 1/3 sunyi... Dengan mencabut darinya sebuah lelap... Dan merampas selembar kantuknya... Lalu paksakan jasad itu mendemonstrasikan cinta... Menampilkan atraksi rasa... Pada sebuah persinggahan rindu... Namun jangan biar raga bersendiri... Dalam persembahannya... Sandingkan ia dengan hati dan jiwa... Pada sebuah pelaminan hamba...

Bersama tarian sang hujan... Siapakah Fulan... Yang dibangunkan, kemudian tahajud? Siapakah Fulana, yang merendah mengharap hikmah dalam sujud? Fulan dan Fulana... Malam ini ada cinta di hati mereka... Terjalin pada sebuah titik rasa... Cita besar pada asa... Rindu syahdu dalam do'a... Fulan dan Fulana... Sedang jatuh cinta... Pada Sang Maha segala... Rabbanã... Aku juga ingin jatuh CINTA...

Sang gelap mengheningkan cipta... Dan kaca bening pecah berderai... Kesyahduan sunyi memaksa insani memerah rasa... Tak ingin jatuh pada kecewa... Melewati masa sepi tanpa arti... Sedangkan telah ditaburkan sejuta cinta pada lekuk-lekuk malam... Dan engkaulah pejuang... Segera kumpulkan cinta... Sebanyak kau bisa...

Duhai para pejuang... Derita bangun adalah pada deraan kantuk... Ia merayumu untuk mundur dan lelap... Malas adalah onak duri... Yang menghalangimu... Untuk menyerah dan lemah... Musuh jiwa adalah syaithan yang nyata... Mengiringmu untuk kalah dalam tidur yang lena... mereka harus kccewa malam ini... Sperti kemarin dan esok nanti... Bawa luka-luka perangmu... Dibiarkan Sang Maha Pnyembuh mengobatinya... Dengan Basuhan CINTA...

Mengalirkan do'a pada arus hening... Menghanyutkan asa di ombak sunyi... Menderaskan harap pada gelombang sepi... Hentilah di samudra ini... Pada ujung diam di tepi malam... Untuk menyelami samudra penghambaan...

Gelap ini hampir usai... Diputus terang... Senandung dzikir mengiring malam kembali keperaduan... Dan insan beriman... Sebaiknya menguatkan mujahadahnya... Untuk mencuri Perhatian Sang Maha Cinta... Dengan sujud-sujud menghamba... Agar kembali ke dunia insani... tanpa merugi... Dan DIA selalu menanti... Kita kembali... Menyerah diri...

Wahai Indonesia... Bangkitlah... Malam menyarumu tuk kembali mengukir asa... Akankah kau gores pada gelap... Sejarah indah tentang harapan... Ia mendayu pada kidung-kidung sunyi... Menguap menuju langit... Dan terungkap pintunya hanya dengan sujud... Sedangkan Palestina... melawan musuhnya... Dengan snjata do'a dan peluru tahajjud... Maka muntahkan amunisi malam ini... Kita harus bisa... Harapan masih ada...

Sumber : http://nowilkirin.blogspot.com/
· · Bagikan · Hapus

    • Boejang Desa assalamu'alaikum mas ustadz gmn kbrny mas saklrg sht kl sht y skr alhmdllh sm q sklrg jg sht,o y mas q trhru bngt ykn ma
      13 Februari jam 21:16 · · 1 orangMemuat...

    • Mahfud Sonata Wa'alaikumsalam Wr Wb,Alkhamdulillah aku jg kluarga sehat,smoga dirimu jg demikian juga...
      Mas Malixs jg jempolnya semua...selamat malam....

      13 Februari jam 21:21 · · 1 orangMemuat...

    • Great'Soul Aji
      ‎.
      Saat gelap malam memelukku
      Derai hujan dan angin yang berpadu
      Menyertai sang malam
      Dengan alunan musik yang merdu
      ...
      Tak ku rasa larutnya malam
      Dengan perlahan memaksaku
      'Tuk mendengar dan memandang
      Dan menulis nyanyian alam

      Andaikan hidup ini
      Tiada keluh tiada derita
      Hanya alunan musik manusia
      Walau hanya senyum dan salam

      Andaikan hidup ini
      Tiada budak dan penguasa
      Biarkanlah kebersamaan
      Meresap dalam kalbu
      Seperti siul angin dan hujan
      Dengaralah sapa malam

      sugeng ndalu MAS
      Lihat Selengkapnya

      13 Februari jam 21:28 · · 1 orangMemuat...

    • Mahfud Sonata Alkhamdulillah Mas Aji jg Dafa smoga sehat selalu Mas...sugeng ndalu ugi...matur nuwun...
      13 Februari jam 21:32 · · 1 orangMemuat...

    • Great'Soul Aji SEMUA DALAM KEADAAN SEHAT ALHAMDULILLAH ... AMIN...
      MKASIH ..

      ~♥~ SAPA SANG MALAM ~♥~ BEGITU INDAH.. DAH MENYENTUH.. MEMBUAT KITA HARUS INTROSPEKSI YA MAS..

      13 Februari jam 21:42 · · 2 orangMemuat...

    • Boejang Desa mksh y mas aji jmpl_ny
      13 Februari jam 21:56 · · 1 orangMemuat...

    • Mahfud Sonata betul Mas Aji...Daffa dah besar ya Mas...kapan ya...aku bisa njiwel biar nangis,terus minta gendong ke aku..hehee....
      13 Februari jam 22:01 · · 1 orangMemuat...

    • Great'Soul Aji Mojang: sama2.. lam kenal
      MAS: Daffa .. sekarang tidurnya dah minger2.. hehe.. sudah drawasi.. bila lepas dari perhatian..
      Daffa mau digendong siapa saja..

      13 Februari jam 22:10 ·

    • Mahfud Sonata Daffa dah besar ya Mas...tu ya extra pengawasan Mas...doaku smoga Daffa shat selalu jg Ibunya...Amin...
      13 Februari jam 22:24 · · 2 orangMemuat...

    • Great'Soul Aji amin..
      13 Februari jam 22:31 ·

    • Boejang Desa lam knl jg mas aji,y btl jg tu kt gus udin smg klrg mas sht sll y mas
      14 Februari jam 18:22 ·


  • Tekan Shift+Enter untuk memulai baris baru.

Do'a untuk Mendapatkan Rizqi yang Halal

Artinya: "Wahai Allah, wahai Dzat Yang Maha Kaya,
wahai Dzat Yang Maha Terpuji, wahai Dzat Yang memulai,
wahai Dzat Yang Mengembalikan,
wahai Dzat Yang Maha Penyayang,
wahai Dzat Yang Maha Mencintai.

Cukupilah kami dengan kehalalan-Mu dari keharaman-Mu.
Cukupilah kami dengan anugerah-Mu dari selain Engkau.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw.
keluarga dan sahabat beliau."

Penjelasan :
Doa ini dibaca setiap selesai melaksanakan shalat jumat minimal 3 kali. Khasiatnya,
Insya Allah akan dilimpahkan dari harta yang halal. Bahkan sebagian ulama berpendapat, barangsiapa mendawamkan (membiasakan) membaca doa ini setelah sahalat fardhu, maka Allah akan menjamin menjadikan padanya orang kaya di antara orang-orang kaya lainnya.

· · Bagikan · Hapus

Ibuku Sayang

Ibu...!Nyawaku ini adalah dari perjuangan hidup dan matimu,
Jiwa dan ragaku ini adalah dari kasih dan sayangmu..
Darah yang mengalir dalam tubuhku ini adalah dari air susumu

Ibu...!Andai dunia ini kujadikan pengganti atas jasa - jasamu
tak akan cukup untuk membalasnya,
Sampai kapanpun aku takakan sanggup untuk membalasnya...

Ibu...!Bila kau marah, kesal, jengkel atau apa saja atas
kelakuanku yang kurang berkenan di hatimu,
kau boleh apakan saja diriku, cuma satu pintaku....
Jangan kau KUTUK aku dengan rasa sEdih dan marahmu ...
Karna Doamu dikabulkan dan Kutukanmu akan jadi nyata
karna kehidupanku adalah kehidupanmu...

Ibu...!Semua yang kau lakukan untuk aku anakmu.,
moga kau tidak menuntutnya di kemudian hari...
Ku hanya bisa berdoa, semoga semua derita yang kau tanggung
karna ingin melihat kehidupanku.....
Itu dijadikan PAHALA yang tak terhingga oleh Allah Subhanahu Watta 'Ala...
Menjadi penebus semua dosa-dorsa
Dan menjadi tiket untuk masuk Syorga-Nya.

Doaku untukmu "Ibu"
Amin ya robal'alamiin....
· · Bagikan · Hapus

Husnul Khâtimah (akhir yang baik)

Artinya: "Ya Tuhan sungguh kami telah mendengar seruan yang menyeru kepada iman:
"Barimanlah kamu kepada Tuhanmu, maka kami pun beriman.
Ya Tuhan, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta matikanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbuat kebajikan.
Ya Tuhan, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul-Mu,
dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat nanti. Sungguh Engkau sama sekali tidak akan pernah menyalahi janji." (QS. �li Imr�n: 193-294).

Penjelasan:
Baik sekali doa di atas dibaca pada setiap kesempatan,
tapi lebih utama pada waktu tengah malam (sepertiga malam) sampai menjelang shubuh.
Karena ayat ini pula yang dibaca Nabi Saw. ketika bangun dari tidurnya sambil memandang langit.
Demikian peielasan Al-Bukh�r� dari Ibnu 'Abb�s

· · Bagikan · Hapus

Berkata Baik atau Diam

Dalam kehidupan bermasyarakat, seorang Muslim memiliki keistimewaan yang menjadi ciri khasnya, yaitu adanya sifat kasih sayang dan persaudaraan. Kasih sayang harus senantiasa menghiasi diri mereka. Persaudaraan ini jelas seperti yang difirmankan Allah SWT, ”Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (Qs Al Hujurat [49]: 10).

Allah SWT telah mengharamkan atas kaum mukminin untuk melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka. Jangankan bertikai, mendekati perbuatan yang menyebabkan pertikaian dan kebencian pun dilarang (lihat QS Al-Maidah [5]: 91). Salah satu langkah menghindari permusuhan adalah dengan menjaga perkataannya. Kadangkala, perbincangan yang halal dapat berubah menjadi perbincangan yang makruh dan bahkan menjadi perbincangan yang haram, karena lidahnya tidak dijaga.

Dalam hadis yang telah disepakati keshahihannya ini disebutkan tidak layak seseorang berbicara kecuali jika kata-katanya itu mengandung kebaikan. Jika seseorang ragu tentang ada atau tidaknya kebaikan pada apa yang akan diucapkannya, maka hendaklah ia tidak berbicara. ”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia berkata-kata yang baik atau diam.” (HR Bukhari dan Muslim).

Bahaya lisan itu sangat banyak. Lidah yang tidak terjaga, memang sangat berbahaya. Suatu perkataan yang semula dimaksudkan bercanda, bisa jadi menyakiti perasaan lawan bicara kita. Apalagi, bila terang-terangan bermaksud menyinggung dan menyakitinya. Rasulullah SAW dalam hadisnya mengingatkan, ”Bukankah manusia terjerumus ke dalam neraka karena tidak dapat mengendalikan lidahnya.” (HR Timridzi).

Pemikir besar Islam di masa lampau, Imam Syafi’i, mempunyai kiat agar lidah selalu terjaga. ”Jika seseorang akan berbicara hendaklah ia berpikir sebelum berbicara. Bila yang akan diucapkannya itu mengandung kebaikan maka ucapkanlah, namun jika ia ragu (tentang ada atau tidaknya kebaikan pada apa yang akan ia ucapkan) hendaklah tidak berbicara hingga yakin bahwa apa yang akan diucapkan itu mengandung kebaikan.”

Yang terpenting dari semua itu adalah mengendalikan gerak-gerik seluruh anggota badannya karena kelak dia akan dimintai tanggung jawab. ”Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya kelak pasti akan dimintai tanggung jawabnya.” (QS Al Isra’ [17]: 36).

Wallahu a’lam bish-shawab.
***
Oleh: Ummu Hasna Syahidah

Sumber: www.republika.co.id
· · Bagikan · Hapus

Topeng

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu’alaykum wr wb,
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Bayyinah ayat 7: “Sesungguhnya orang-orang yg beriman dan mengerjakan amal Saleh, mereka itu adalah sebaik-baik mahluk”.
Ditegaskan dalam surat Al-Hijr ayat 8: “Berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yg beriman”.
Sabda Nabi Muhammad SAW: “Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan hartamu, tetapi Ia melihat kepada hati dan amalmu”.

Seorang bijak bernama Lukman Al- Hakim memberi nasihat kepada anaknya: “Wahai anakku, janganlah engkau meremehkan seseorang yang berbaju usang, karena Tuhanmu dan Tuhannya adalah satu. Janganlah engkau agungkan seseorang karena baju atau pangkatnya, sebab baju atau pangkat itu bukanlah merupakan zat dan sifat seseorang.”
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 212: “Kehidupan Dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yg beriman. Padahal orang-orang yang bertaqwa itu lebih mulia daripada mereka dihari kiamat.”

Allah SWT dan RasulNya Muhammad SAW mengingatkan kita bahwa “memang baik menjadi orang penting, tetapi jauh lebih penting lagi bila kita menjadi orang baik.”
Mudah-mudahan kita tidak mudah terpesona dengan baju, tetapi menjadi orang yg hanya terpesona dengan keindahan wajah yang berada dibalik Topeng.

Wassalamu’alaykum wr wb.
· · Bagikan · Hapus