Mengenai Saya

Foto saya
Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang – orang yang tetap mendirikan sholat,ya Tuhanku perkenankanlah doaku , ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab. saya adalah sosok yang sederhana,semoga dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan nya..yang paling penting adalah menjaga ukhuwah sesasamanya,karena dngan hidup rukun berdampingan,kita akan merasa nyaman,dapat beraktivitas dengan tanpa harus merasa cemas,takut,ataupun lain nya,,, .......

Selasa, 10 Mei 2011

Tamsil : Setangkai Mawar Putih dan Sang BurungSuatu hari ada seekor burung yang jatuh cinta pada mawar putih..

Suatu hari ada seekor burung yang jatuh cinta pada mawar putih.Burung pun berusaha ungkapkan perasaannya.Tapi mawar putih berkata ; “Aku tidak akan pernah bisa mencintai kamu”.Burung pun tidak menyerah.Setiap hari dia datang untuk menemui mawar putih.Akhirnya mawar putih berkata ; “Aku akan mencintai kamu, jika kamu dapat mengubahku menjadi mawar merah !”.

Dan suatu hari burung pun datang kembali.Dia memotong sayapnya dan menebarkan darahnya pada mawar putih.Hingga mawar putih berubah menjadi mawar merah.Mawar putih pun sadar seberapa besar burung mencintai dirinya.Tapi semua terlambat.Karena sang burung tak akan pernah kembali lagi ke dunia.Hargailah siapapun yang mencintaimu. Sebelum dia pergi jauh untuk meninggalkanmu.

(syair dari seorang teman)Itu adalah buah karya sastra yang cukup menyentuh. Tamsil legenda dari dua orang yang saling mengasihi. Syahdan, tamsil cerita romantisme seperti itu diabadikan juga oleh Ibnu Malik dalam Maha Karya Sya’ir Alfiyahnya.Dalam beberapa satarnya di Bab Fi’il At-ta’ajjub dapat ditemukan seperti bait berikut (Bait 475) :وَتِلوَ أَفْعَلَ انْصِبَنَّهُ كَمَا # أَوفَى خَلِيْلَيْنَا وَأَصْدِقْ بِهِمَا(Nashabkanlah lafadh yang mengikuti wazan af’ala, seperti dalam contoh ; Maa Aufaa Kholielaenaa dan Ashdiq Bihimaa. Artinya : Alangkah setianya dua orang kekasihku itu ; dan alangkah setianya keduanya itu).

Atau contoh ungkapan sya’ir lain :“Kholielayyaa Maa Ahroo Bi Dzillubbi An Yuroo ; Shobuuron Wa Laakin Laa abiela Ilaash-shobri”.Wahai kedua kekasihku, alangkah pantasnya bagi orang yang memiliki akal bila ia bersikap sabar. Akan tetapi tidak ada jalan untuk bersabar. Wallohu a’lam.*** (Iqbal1)
· · Bagikan · Hapus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar